Makalah Ilmu Sosial Dasar

MAKALAH

Mata Kuliah: Ilmu Sosial Dasar

Dosen Pengampu: Ditiya Himawati

1568140208361.png

Oleh:

Lutfi Nurcahyono (13119452)

KELAS 1KA03

JURUSAN SISTEM INFORMASI

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMAN (UG) DEPOK 2019

  1. ILMU SOSIAL DASAR

Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari/menelaah tentang masalah-masalah sosial di dalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia .

  1. TUJUAN ILMU SOSIAL DASAR

a. Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan sosial dapat dipertajam.

b. Tujuan khusus:

  1. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-maslah sosial yang ada dalam masyarakat.
  2. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
  3. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya).
  4. Memahami jalan pikiran para ahli dalalm bidang ilmu pengetahuan lalin dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalalm rangka penanggulangan maslah sosial yang timbul dalam masyarakat.
  1. ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Adapun ilmu yang dikenal sebagai Ilmu Pengetahuan Sosial, yakni kelompok ilmu pengetahuan yang mempelajari aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosial dimana manusia sebagai subjek utama dalam penelitian. Persamaan dan perbedaan Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahua Sosial antara lain :

Persamaan.

  1. Kedua-duanya sama-sama merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan atau pengajaran.
  2. Keduanya bukan ilmu yang berdiri sendiri.
  3. Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.

Perbedaan

  1. Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan
  2. Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran
  3. Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian.Sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.

IV. RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR

Ilmu sosial dasar mencakup masalah-masalah sosial yang timbul didalam sebuah masyarakat. Untuk menelaah masalah-masalah sosial tersebut hendaknya terlebih dahulu dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tersebut. Sehingga ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas tiga golongan besar yaitu :

  1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada didalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
  2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas pada ilmu sosial.
  3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan satu sama lain.
  • Ilmu sosial dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok pembahasan :

  • Berbagai masalah kependudukan dalam hubunganya dengan pengembangan masyarakat dan kebudayaan.
  • Masalah Individu, keluarga dan masyarakat.
  • Masalah pemuda dan sosialisasi
  • Masalah hubungan antara Warga Negara dan Negara
  • Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
  • Masalah masyarakat perkotaan dan masalah pedesaan.
  • Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
  • Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan keserjahteraan masyarakat.

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

  1. PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA

Tercatat dalam Worldometers, jumlah penduduk dunia pada 2019 mencapai 7,7 miliar jiwa. Angka tersebut merupakan 1,08% peningkatan dari tahun 2018 yang jumlah penduduknya 7,6 miliar jiwa. Selama 10 tahun terakhir terjadi peningkatan stabil pertumbuhan penduduk dunia dengan presentase 1~1,2% tiap tahun.

  1. PENGGANDAAN PENDUDUK
Tahun penggandaan Perkiraan penduduk dunia Waktu
800 SM 5 juta
1650 500 juta 1500
1830 1 miliar 180
1930 2 miliar 100
1975 4 miliar 45

Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun. Penambahan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :

  1. Kematian (Mortalitas)

Adatiga tingkat kematian yang akan dijelaskan disini, antara lain:

·       Angka kematian kasar (CrudeDeath Rate/CDR)

Angkakematiankasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk dalam waktu satu tahun.

CDR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.

CDR = M/P x 1.000

Keterangan :
CDR  = Angka kematian kasar
M       = Jumlah kematian selama satu tahun
P        = Jumlah penduduk pertengahan tahun
1.000 = Konstanta

Kriteria angka kematian kasar (CDR) dibedakan menjadi tiga macam.
– CDR kurang dari 10, termasuk kriteria rendah
– CDR antara 10 – 20, termasuk kriteria sedang
– CDR lebih dari 20, termasuk kriteria tinggi

·       Angka kematian khusus (Age SpecificDeath Rate/ASDR)

Angka kematian khusus yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun.

ASDR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.

ASDR = Mi/Pi x 1.000

Keterangan :
ASDR = Angka kematian khusus
Mi       = Jumlah kematian pada kelompok umur tertentu
Pi        = Jumlah penduduk pada kelompok tertentu
1.000  = Konstanta

·       Angka kematian bayi (InfantMortality Rate/IMR)

Angka kematian bayi yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian bayi (anak yang umurnya di bawah satu tahun) setiap 1.000 kelahiran bayi hidup dalam satu tahun.

IMR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.

Keterangan :
Kriteria angka kematian bayi dibedakan menjadi berikut ini.
– IMR kurang dari 35, termasuk kriteria rendah
– IMR antara 35 sampai 75, termasuk kriteria sedang
– IMR antara 75 sampai 125, termasuk kriteria tinggi
– IMR lebih dari 125, termasuk kriteria sangat tinggi

Tinggi rendahnya angka kematian penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat.

  • Fertilitas (kelahiran hidup)

Pengukuran fertilitas tidak semudah mortalitas karena:

  1. Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, dan dicatatkan sebagai lahir mati
  2. Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak
  3. Makin tua umur wanita tidak memungkinkan menurunnya kemungkinan memiliki anak.
  4. Pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunya kemungkinan untuk memiliki anak.

Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan.

  1. Facundity (kesuburan)

Kemampuan biologis wanita untuk memiliki keturunan atau anak.

  • Fertility

Adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Yang dimaksud dengan lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan seperti bernafas, bergerak, menangis.

CrudeBirthRate (CBR)

didefinisikan sebagai banyaknya kelahiran hidup pada suatu tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun. Atau dengan rumus dapat ditulis sbb:

CBR

CBR tingkat kelahiran kasar

CBR          = CrudeBirth Rate / tingkat kelahiran kasar

Pm            = Penduduk pada pertengahan tahun

k                = konstanta, biasanya 1000

B               = jumlah kelahiran pada tahun tertentu

General Fertility Rate (GFR)

            Perbandingan jumlah kelahiran hidup dengan jumlah perempuan usia subur (15-49 tahun). Jadi sebagai penyebut tidak menggunakan jumlah penduduk pada pertengahan tahun tetapi jumlah penduduk perempuan usia subur (15-49 tahun).

GFR

GFR 

GFR             = tingkat fertilitas umum (General Fertility Rate)/ GFR

B                   = jumlah kelahiran

Pf (15-49)    = jumlah penduduk perempuan umur 15-49 tahun pada pertengahan tahun

Age SpecifigFertility Rate (ASRF) Tingkat kelahiran khusus

            Jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu (berjangka 5 tahun) antara umur 15-49 tahun.

Age spesific Fertility rate ASFRI

Age spesificFertilityrate ASFRI

ASFRi       : angka fertilitas menurut umur

i                 : kelompok umur wanita

Bi              : jumlah kelahiran pada kelompok umur i pada suatu tahun tertentu

Pfi             : jumlah wanita pada kelompok umur I pada pertengahan tahun yang sama

K               : 1000

Migrasi

            Adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif atau batas negara.

Macam macam migrasi :

  1. Migrasi Nasional

Perpindahan penduduk di dalam suatu wilayah negara yang dilakukan dengan tidak adanya keterpaksaan dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Contoh proses : Seseorang yang berasal dari kampung atau pedesaan bermigrasi ke kota besar seperti Jakarta untuk mencari pekerjaan.

  • Migrasi Internasional

Perpindahan yang dilakukan oleh masyarakat dari menjadi penduduk negara ke negara yang lainnya.

Contoh proses : Seseorang warga negara indonesia bermigrasi menjadi Warga negara Jerman dan menetap.

Akibat Migrasi

  1. Urbanisasi (migrasi dari desa ke kota) dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk secara keseluruhan. Para urbanit kebanyakan terdiri dari golongan muda yang sangat produktif serta memiliki banyak inisiatif. Dan memungkinkan pertumbuhan penduduk yang pesat di sebuah kota.
  2. Migrasi Interegional di Indonesia yang dilakukan oleh mereka yang berumur produktif memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar jawa. Di DKI jakarta sebagai akibat dari adanya migrasi interegional pertumbuhannya menjadi sangat cepat sehingga pada tahun 2000 penduduknya menjadisekitar 16,6 juta jiwa.
  3. Migrasi antar negara di Indonesia, berdasarkan hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk ada sekitar 0,61% sedangkan migrasi ke luar sebesar 0.57% per tahun.

Struktur penduduk

  1. Piramida penduduk muda

Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan atau sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian, biasa terjadi di negara berkembang, contoh : India, Indonesia

Gambar Piramida Penduduk Muda (Expansive)
  • Piramida Stasioner

Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk tetap sebab tingkat kematian rendah dan kelahiran tidak tinggi, biasa terjadi pada negara maju, contoh : Swedia, Blanda, Skandinavia

Gambar Piramida Penduduk Stasioner (Granat)
  • Piramida penduduk tua

Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali, apabila keahiran pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk. Contohnya terjadi pada : Jerman, Inggris

Gambar Piramida Penduduk Tua (Constructive)

Rasio Ketergantungan (DependencyRatio)

            Rasio Ketergantungan ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur kerja biasanya dinyatakan dalam persen. Batas golongan umur produktif kerja (aktif ekonomi) masing-masing negara berbeda, biasanya terletak antara 15~65 tahun, dengan demikian dapat dirumuskan sebagai berikut.

Studi Kasus :

Rasio ketergantungan indonesia pada tahun 1976 adalah :

Makin tinggi jumlah penduduk usia muda dan tua, makin besar rasio ketergantungannya.

DR < 62,33 % adalah baik, sedangkan DR > 62,33% adalah buruk,

Penggolongan menurut DW Sleumer :

            0 ~ 14 : belum produktif

            15 ~ 19 : kurang produktif penuh

            20 ~ 54 : produktif

            55~64 : tidak produktif penuh

            65 keatas : inproduktif

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BUDAYA

Pertumbuhan dan Perkembangan Budaya di Indonesia tentu terjadi dengan sangat cepat, karena Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dan hal itu juga menyebabkan keanekaragaman yang beragam di Indonesia. Kebudayaan dapat di definisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan menusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya serta dijadikan pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan menggunakan simbol simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun tidak terucap.

  1. Kebudayaan Hindu dan Budha

Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke indonesia, khususnya ke pulau jawa, perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan hindu yang berasal dari india itu berlangsung secara mulus.

Sekitar abad ke-5 ajaran budha atau budhisme masuk ke indonesia khususnya ke pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju daripada Hindu karena Budha tidak menghendaki kasta-kasta dalam masyarakat.

Kedua budaya tersebut juga menghasilkan peninggalan peninggalan berupa seni dansastra yang masih ada hingga saat ini, contohnya adalah Candi Borobudur, yaitu candi Budha terbesar di Asia Tenggara.

  • Kebudayaan Islam

Pada abad ke 15 dan 16, agama islam telah dikembangan di indonesia. Oleh para pemuka islam yang disebut Wali Sanga. Titik pusat agama islam masuk ke indonesia berada di pulau jawa, sebenarnya agama islam masuk ke indonesia sudah dari sebelum abad ke 11 oleh seorang wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di kota Gresik.

Masuknya Agama Islam ke Indonesia terutama di pulau jawa berlangsung dengan sangat damai, hal ini disebabkan karena islam dimasukkan ke indonesia tidak dengan secara paksa melainkan dengan cara baik. Dan mulai berkembang lebih pesat lagi pada akhir abad ke 15 dimana itu adalah saat kerajaan Majapahit sudah mulai goyah pada zaman itu.

Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut terbesar penduduk Indonesia.

  • Kebudayaan Barat

Unsur kebudayaan juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan barat. Awal kebudayaan barat masuk ke indonesia adalah ketika masa masa kolonialis atau masa penjajahan oleh bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonial belanda di kota, propinsi, kabupaten, yang juga menghasilkan bangunan gaya arsitektur barat.

Meskipun Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan dan merdeka, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia akan dijajah lagi dikemudian hari, terutama penjajahan melalui budaya.

  • Studi Kasus

Jakarta – Penertiban PKL di pasar Tanah Abang sudah mulai dilakukan para petugas Satpol PP. Tidak ada perlawanan sama sekali dari para pedagang.


Penertiban dilakukan mulai pukul 08.00 WIB. 705 personel Satpol PP langsung membongkar semua tempat berdagang para PKL. Beberapa barang-barang seperti kursi dan meja juga dibawa ke truk besar oleh para petugas.


Hingga pukul 08.45 WIB, proses pembongkaran berjalan sangat kondusif. Para petugas dengan leluasa membongkar kios-kios tak permanen milik pedagang. Beberapa orang terlihat melihat para petugas bekerja.

PetugaasSatpol PP hanya menggunakan linggis dan palu kecil untuk membongkar tempat berdagan PKL. Tidak ada alat berat yang dikerahkan untuk penertiban kali ini.


Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyebut para pedagang kaki lima (PKL) sudah bersedia direlokasi ke Blok G Pasar Tanah Abang. Beberapa kali komunikasi dilakukan dengan para pedagang, sehingga para PKL bersedia untuk ditertibkan.


Menurut dia, sudah ada 600 lebih orang yang mendaftar untuk berjualan di Blok G. Para pedagang yang bersedia di relokasi akan digratiskan sewa kios selama 6 bulan.

  • Analisis

Penertiban PKL di Tanah Abang ini berlangsung tertib tanpa adanya kerusuhan yang berarti. Hal itu dikarenakan adanya pendiskusian dan komunikasi yang baik antara pemerintah dengan para  pedagang PKL. Pemerintah melakukan diskusi dengan pedagang kaki lima setempat dengan cara mempresentasikan apa saja manfaat yang didapat oleh para pedagang setempat dengan adanya penertiban tersebut. Disisi lain, dengan disediakannya kios di Blok G menjadikan para pedagang kaki lima tetap mempunyai lahan untuk berjualan. Selain itu, pemerintah tetap harus memberikan penyuluhan, mendengarkan dan merespon keinginan atau aspirasi dari PKL yang terkena penertiban.

Sumber referensi :

https://www.academia.edu/6172521/Makalah_perkembangan_budaya?auto=download

https://www.eduspensa.id/piramida-penduduk/

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/10/jumlah-penduduk-dunia-pada-2019-capai-77-miliar-jiwa

http://prabowo-womanizer.blogspot.com/2012/10/pengertian-ilmu-sosial-dasa SDr.html?m=1

http://news.detik.com/read/2013/08/11/084707/2326725/10/penertiban-pkl-tanah-abang-tanpa-perlawanan-dari-pedagang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s